Sabtu, 10 September 2022

Puisi Tentang Kembali Menata Taat

 Kembali Menata Taat

Dahulu langkah ku ringan

Menjajak menari menuju masjid

Bergandengan bersama sama

Berlarian kencang kala iqomah telah terdengar

Rumah ke masjid tak cukup jauh tuk hentikan ku

Kala adzan subuh terdengar

Tergerak diri tuk bangun

Bergegas berlarian di kala gelap masih melintang

Entah sejak kapan ku mulai rindu

Dulu rumah allah selalu menjadi tempat ku tuju

Di sana ku temukan damai yang mengengam

Sesekali ku merintih dan menangis

Entah apa yang kupikir

Namun tiada mampu aku berucap

Hanya tangisan hati yang bersuara

Aku merindukannya, sungguh. . .

Namun semakin dewasa

Aku mengerti

Wanita lebih baik beribadah di rumah

Karena rumah bagaikan benteng pelindung diri

Walau hati yang berat

Namun harus ku jalani

Disini ku melawan malas

Melawan kantuk

Aku berusaha keras

Hingga rasa sesal itu menyelimuti

Kala mentari telah terbit dan sholat belum ku jalankan

Tanpa tersadar itu berulang

Rasa sedih ku berlarut

Di kala sholat yang tak khusyuk ku jalani

Semakin jauh diri dari sang pencipta

Dan keseharian memaksaku menjauh

Sekali lagi ku tegur diri

Berhenti, ini terlalu jauh

Aku harus kembali

Entah harus memulai dari mana

Aku harus kembali menata taat

Seiring waktu berjalan

Ku ikuti majelis ilmu

Ku dekati ia yang taat

Dan ku selipkan dalam do'a

Ya Robbi bimbing aku ke jalanmu


2 komentar:

CahayaNurani mengatakan...

Maa Syaa Allah ukhty, bangga dan kagum banget sama natum, sukses dan berkah selalu ya, puisinya bermakna banget

AMELIA PUTRI SUSANTO mengatakan...

Wafiika barakallah ukh terima kasih banyak atas komentarnya membuat saya bersemangat membuat puisi. Terima kasih banyak ukh.
Salam manis dari penulis

Puisi Bias

 Bias Oleh : Amelia Putri (@amelia_putris1) Ini tentang dunia ku Laku yang tak sempat ditilik rindu Atau gemuruh yang selalu melulur Dalam t...