Seketika berhembus hebat
Gumpalan awan kelabu
Berjumpa menjadi pekat
Kupejamkan mata ku
Berharap istirahat ku tuju
Namun, angin memainkan kelambu ku
Dengan hebat menarik daun jatuh
Sejenak ku dengar
Rintik rintik hujan menerabas masuk
Menyeka hangat kaki ku
Tanpa kata ku terperajat bangun
Bergegas menutupi semua
Berharap air tak membasahinya
Hari kian larut menjadi senja
Aku terduduk di ujung kursi
Jemariku menari nari
Beradu mengengam ponsel ku
Hingga ku dengar kembali
Sekawan hujan yang singgah
Ku tanya diri
Bukankah hujan tlah lalu?
Namun hujan kembali
Hingga beberapa waktu
Ia pergi membawa rintik itu