Senin, 12 September 2022

Puisi Tentang Pengelana

 Pengelana

Waktu berhembus lembut

 Stimulus menekan angan

 Kala hati yang terpejam erat

Nampak banyak lalu lalang

Sepi  dikeramaian

Terkuras saat bersesakan

Serambi mekah itu ada

Sejuk juga menenagkan

Terbesit takut, Namun damai hadir di dalamnya

Setiap kali lafadz allah diucap

Setiap kali masjid berpenuh orang

Setiap sholawat diucap

Disitulah kembali berkuat diri

Ketenangan dan ketentraman itu ada

Jalan kaki itu menyenangkan

Dan sendiri itu tidak mengapa 

Banda Aceh, 26 Agustus 2022 (18.27)


Bismillah.... terima kasih untuk temanku karena ia aku mampu membuat blog dan puisi ini aku buat beberapa saat yang lalu dan ada beberapa kata yang ia sempurnakan berikut ini puisi ku yang ia sempurnakan.

Pengelana

Waktu berhembus lembut

Stimulus menekan angan

Kala hati yang terpejam erat

Nampak banyak lalu lalang

Sepi dikeramaian

Terkuras saat bersesakan

Serambi mekkah itu ada 

Sejuk juga menenagkan

Kebesaran Allah yang Maha kuasa

Terbesit takut, namun damai hadir didalamnya

Setiap kali lafadz Allah di ucap

Setiap kali masjid berpenuh orang

Setiap sholawat dilantunkan

Disitulah kembali berkuat diri

Sesungguhnya ketenangan dan ketentraman itu ada di dalam jiwa pribadi masing-masing

Jalan kaki itu menyenangkan dan sendiri tidak mengapa

 

#PuisiGambarDiri 

#KumpulanPuisi

Tidak ada komentar:

Puisi Bias

 Bias Oleh : Amelia Putri (@amelia_putris1) Ini tentang dunia ku Laku yang tak sempat ditilik rindu Atau gemuruh yang selalu melulur Dalam t...