Pengelana
Waktu berhembus lembut
Stimulus menekan angan
Kala hati yang terpejam erat
Nampak banyak lalu lalang
Sepi dikeramaian
Terkuras saat bersesakan
Serambi mekah itu ada
Sejuk juga menenagkan
Terbesit takut, Namun damai hadir di dalamnya
Setiap kali lafadz allah diucap
Setiap kali masjid berpenuh orang
Setiap sholawat diucap
Disitulah kembali berkuat diri
Ketenangan dan ketentraman itu ada
Jalan kaki itu menyenangkan
Dan sendiri itu tidak mengapa
Banda Aceh, 26 Agustus 2022 (18.27)
Bismillah.... terima kasih untuk temanku karena ia aku mampu membuat blog dan puisi ini aku buat beberapa saat yang lalu dan ada beberapa kata yang ia sempurnakan berikut ini puisi ku yang ia sempurnakan.
Pengelana
Waktu berhembus lembut
Stimulus menekan angan
Kala hati yang terpejam erat
Nampak banyak lalu lalang
Sepi dikeramaian
Terkuras saat bersesakan
Serambi mekkah itu ada
Sejuk juga menenagkan
Kebesaran Allah yang Maha kuasa
Terbesit takut, namun damai hadir didalamnya
Setiap kali lafadz Allah di ucap
Setiap kali masjid berpenuh orang
Setiap sholawat dilantunkan
Disitulah kembali berkuat diri
Sesungguhnya ketenangan dan ketentraman itu ada di dalam jiwa pribadi masing-masing
Jalan kaki itu menyenangkan dan sendiri tidak mengapa
#PuisiGambarDiri
#KumpulanPuisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar