MAKALAH PENELITIAN PENDIDIKAN JENIS – JENIS PENELITIAN KUANTITATIF
Disusun Oleh :
1. Amelia Putri Susanto 2102101216
2. Aldino Baradela Oca 2102101217
3. Elsabela Yenita Putri 2102101231
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI MADIUN
TAHUN 2024
Jenis – Jenis Penelitian Kuantitatif
- Penelitian Dengan Desain Eksperimen
- a. Definisi Penelitian Eksperimen
Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data numerik untuk menyelidiki fenomena atau hubungan antara variabel. Berikut adalah beberapa jenis penelitian kuantitatif beserta penjelasannya: Penelitian eksperimental bertujuan untuk menentukan hubungan sebab-akibat antara variabel. Dalam penelitian ini, terdapat kelompok eksperimen yang dikenai perlakuan tertentu, dan kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan, untuk kemudian dibandingkan hasilnya.
- b. Karakteristik Penelitian Eksperimen
Berikut ini disajikan beberapa karakteristik penelitian eksperimen, yang membedakan dengan penelitian positivistik lainnya, yaitu: 1. Metode eksperimen merupakan satu-satunya metode penelitian yang dianggap paling dapat menguji hipotesis hubungan sebab-akibat, atau paling dapat memenuhi validitas internal. 2. Metode eksperimen merupakan rancangan penelitian yang memberikan pengujian hipotesis yang paling ketat dibanding jenis penelitian yang lain. 3. Metode eksperimen merupakan penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap dampaknya dalam kondisi yang ter-kendalikan.
Ciri khas yang membedakan penelitian eksperimen dg penelitian yg lain: a) Satu atau lebih variabel bebas dimanipulasi (kondisinya dibuat berbeda, misal: treatment dan non-treatment. b) Semua variabel lainnya, kecuali variabel perlakuan (variabel bebas), dikendalikan (dipertahankan tetap). c) Pengaruh manipulasi variabel bebas (pemberian perlakuan) terhadap variabel terikat diamati, dengan asumsi karena diberi perlakuan yang berbeda maka akan berdampak yang berbeda pula. d) Adanya komparasi, sehingga perlu penyamaan antara kelompok yang akan dikenai perlakuan dengan kelompok yang tidak dikenai perlakuan (dua kelompok yang akan dibandingkan tersebut harus komparabel).
- c. Jenis Penelitian Eksperimen
Jenis penelitian eksperimen adalah salah satu pendekatan penelitian kuantitatif yang dilakukan untuk menentukan hubungan sebab-akibat antara variabel. Dalam penelitian eksperimen, peneliti mengontrol satu atau lebih variabel independen (faktor yang diubah) untuk melihat dampaknya terhadap variabel dependen (yang diukur).
• True experiment
True experiment adalah jenis penelitian eksperimental di mana peneliti memiliki kontrol penuh atas variabel-variabel yang terlibat. Dalam true experiment, peneliti secara acak mengalokasikan subjek penelitian ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerima perlakuan atau manipulasi variabel independen, sementara kelompok kontrol tidak menerima perlakuan tersebut.
Karakteristik utama dari true experiment meliputi:
1. Randomisasi : Subjek penelitian secara acak ditempatkan ke dalam kelompok eksperimen atau kelompok kontrol. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan bias pemilihan subjek dan memastikan bahwa kedua kelompok memiliki karakteristik yang serupa.
2. Pengendalian Variabel : Peneliti mengendalikan atau membatasi pengaruh variabel lain yang tidak diinginkan, selain variabel independen yang dimanipulasi.
3. Manipulasi Variabel Independen : Peneliti mengubah atau memanipulasi variabel independen untuk melihat efeknya terhadap variabel dependen.
4. Pengukuran Variabel Dependan : Variabel dependen diukur untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan.
Contoh true experiment adalah uji klinis obat, di mana sekelompok pasien menerima obat yang akan diuji (kelompok eksperimen) sementara kelompok lain menerima plasebo (kelompok kontrol), dan efeknya terhadap penyakit atau kondisi tertentu diukur dan dibandingkan.
• Quasi experiment
Quasi experiment adalah jenis penelitian di mana peneliti tidak memiliki kontrol penuh atas variabel-variabel yang terlibat. Dalam quasi experiment, peneliti tidak dapat secara acak mengalokasikan subjek penelitian ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol karena adanya kendala praktis, etis, atau lainnya. Sebagai gantinya, peneliti menggunakan kelompok yang sudah ada atau mengamati perubahan yang terjadi secara alami.
Meskipun tidak memiliki kontrol penuh seperti true experiment, quasi experiment tetap memungkinkan peneliti untuk membuat kesimpulan sebab-akibat dalam beberapa kasus. Namun, karena kurangnya randomisasi, hasil dari quasi experiment perlu ditafsirkan dengan hati-hati.
Beberapa karakteristik quasi experiment meliputi:
1) Tidak Ada Randomisasi Penuh : Subjek penelitian tidak secara acak ditempatkan ke dalam kelompok eksperimen atau kelompok kontrol.
2) Pengendalian Variabel : Peneliti tetap mencoba mengendalikan variabel lain yang tidak diinginkan, namun tidak seefektif dalam true experiment.
3) Penggunaan Kelompok Kontrol yang Ada : Peneliti menggunakan kelompok yang sudah ada dalam populasi sebagai kelompok kontrol, atau membandingkan hasil sebelum dan sesudah perlakuan.
4) Manipulasi Variabel Independen yang Terbatas : Peneliti tidak dapat sepenuhnya memanipulasi variabel independen, tetapi dapat memanipulasi dalam batas yang mungkin.
Contoh quasi experiment adalah studi efektivitas program pendidikan di sekolah, di mana peneliti membandingkan hasil ujian sebelum dan sesudah penerapan program tanpa bisa secara acak mengalokasikan siswa ke dalam kelompok.
- d. Langkah – Langkah Penelitian Eksperimen
Berikut adalah langkah-langkahnya:
1) Pilih Masalah Penelitian : Identifikasi masalah penelitian yang ingin Anda teliti dan rumuskan pertanyaan penelitian yang jelas.
2) Rancang Eksperimen : Tentukan desain eksperimen yang sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda. Pilih variabel independen dan dependen, serta bagaimana Anda akan mengukur variabel tersebut.
3) Pilih Sampel : Pilih sampel subjek penelitian yang mewakili populasi yang ingin Anda teliti. Pastikan sampel yang dipilih cukup besar untuk mendapatkan hasil yang dapat diandalkan
4) Bagi Kelompok : Jika Anda melakukan true experiment, bagi subjek penelitian ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Lakukan pembagian secara acak untuk menghindari bias.
5) Lakukan Perlakuan : Berikan perlakuan atau manipulasi variabel independen kepada kelompok eksperimen sesuai dengan desain eksperimen yang telah Anda tentukan.
6) Kumpulkan Data : Mulailah mengumpulkan data tentang variabel dependen setelah perlakuan diberikan kepada kelompok eksperimen.
7) Analisis Data : Analisis data yang Anda kumpulkan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Gunakan metode statistik yang sesuai.
8) Tarik Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis data, tarik kesimpulan apakah hipotesis Anda didukung atau tidak.
9) Publikasikan Hasil : Jika hasil penelitian Anda signifikan, pertimbangkan untuk mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah atau forum lainnya untuk berbagi pengetahuan dengan komunitas ilmiah.
10) Evaluasi dan Replikasi : Evaluasi kembali desain dan hasil penelitian Anda, dan pertimbangkan untuk melakukan replikasi untuk mengonfirmasi hasil.
- e. Contoh Judul Penelitian Eksperimen Khususnya pada Bidang Pendidikan Dasar di Jurnal Nasional dan Internasional
- JURNAL NASIONAL
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Terpadu Di Kelas V Sekolah Dasar
2. JURNAL INTERNASIONAL
Learning to teach geography for primary education: results of an experimental programme
2. Penelitian Dengan Desain Korelasi
- a. Definisi Penelitian Korelasi
Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel. Penelitian korelasional memiliki tujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang memiliki hubungan dengan variabel lainnya, apakah ada perubahan pada suatu variabel tertentu atau tidak, dan apakah variabel tersebut menciptakan perubahan pada variabel lainnya. Contohnya adalah mengukur kaitan hubungan antara kecerdasan dengan usia, kreativitas dengan motivasi, dan sebagainya.
Penelitian korelasional ini termasuk penelitian deskriptif yang dapat mengungkapkan hubungan secara statistik. Penelitian ini berbeda dengan penelitian eksperimen yang mengandalkan sepenuhnya pada hipotesis dan metodologi ilmiah.
Contoh sederhana penelitian dapat mengungkapkan hubungan statistik antara seseorang dengan berpenghasilan tinggi dan kepindahan. Artinya makin banyak penghasilan seseorang, maka makin besar juga kemungkinan pindah atau tidaknya orang tersebut.
- b. Karakteristik Penelitian Korelasi
1. Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan mani-pulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen.
2. Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata.
3. Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.
- c. Jenis Penelitian Korelasi
Jenis Penelitian Korelasi dibagi menjadi dua yaitu rancangan eksplanatorik dan rancangan prediksi seperti berikut :
Adalah penelitian bertujuan untuk menguji suatu teori atau hipotesis guna memperkuat atau bahkan menolak teori atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya. Penelitian eksploratori bersifat mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan (eksploration). Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak memerlukan hipotesis atau teori tertentu. Peneliti hanya menyiapkan beberapa pertanyaan sebagai penuntun untuk memperoleh data primer berupa keterangan, informasi, sebagai data awal yang diperlukan.
Bila terdapat korelasi antara 2 variabel, dan peneliti mengetahui skor pada salah satu variabel, peneliti dapat meprediksikan skor pada variabel kedua. Regresi merujuk pada seberapa baik peneliti bisa membuat prediksi .
- d. Langkah – Langkah Penelitian Korelasi
1. Pemilihan Masalah
Studi korelasional bisa dirancang untuk menentukan variabel manakah dari suatu daftar variabel yang mungkin berhubungan, maupun untuk menguji hipotesis mengenai suatu hubungan yang diharapkan, hubungan yang akan diteliti dan diselidiki haruslah didukung oleh teori atau diturunkan berdasarkan dari pengalaman.
2. Sampel dan Pemilihan Instrumen
Sampel dapat dipilih dengan memakai metode sampling, dan 30 subjek dirasa sebagai ukuran sampel minimal yang bisa diterima. Bila variabel tidak memadai dikumpulkan, maka koefisien korelasi yang diperoleh akan mewakili estimasi tingkat korelasi yang kurang bahkan tidak akurat. Dan bila pengukuran yang dilakukan tidak secara nyata benar-benar mengukur variabel yang diinginkan, maka koefisien yang dihasilkan tidak akan mengindikasikan hubungan yang diinginkan.
3. Desain dan Prosedur
Desain korelasional dasar sangatlah sederhana; 2 atau lebih skor yang didapatkan dari setiap jumlah sampel yang dipilih, 1 skor untuk setiap variabel yang diteliti, dan skor berpasangan kemudian dikorelasikan, Koefisien korelasi yang diperoleh mengindikasikan tingkatan atau derajat hubungan antara kedua variabel tersebut.
4. Analisis Data dan Interpretasi
Jika 2 variabel dikorelasikan maka hasilnya yaitu koefisien korelasi, dalam bentuk angka desimal, antara 0,00 dan + 1,00, atau 0,00 dan – 1,00. Bila koefisien mendekati + 1,00; maka kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang positif dan bila koefisien tersebut mendekati -1,00, maka diartikan kedua variabel memiliki hubungan yang negatif. Ketika penginterprestasian suatu koefisien korelasi, peneliti harus selalu ingat bahwa peneliti hanya berbicara tentang suatu hubungan, bukan hubungan sebab-akibat
- e. Contoh Judul Penelitian Korelasi Khususnya pada Bidang Pendidikan Dasar di Jurnal Nasional dan Internasional
1. JURNAL NASIONAL :
“Hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar IPA dalam mata pelajaran IPA pada kelas V SD Negeri GarotGeuceu Aceh Besar” Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unsyiah Volume 2 Nomor 1, 61-77 Januari 2017. Pendekatan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian korelasional
“Hubungan Keterampilan Sosial Terhadap PrestasiBelajarSiswa Kelas IV Sekolah Dasar” Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) E-ISSN: 2746-7767Volume 2,Nomor 3, Agustus2021, Hal (217-221) pendekatan kuantitatif, dengan jenis korelasiona
KORELASI POLA ASUH ORANGTUA DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 TENGADAK Jurnal Pendidikan Dasar PerKhasa Volume 3, Nomor 2, Oktober 2017 Penelitian ini merupakan penelitian korelasi.
MEMBANGUN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PRAKTEK POLA ASUH ORANG TUA BERDASARKAN GENETIC PERSONALITY. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 6(1), 75–86. https://doi.org/10.22219/jinop.v6i1.10196 metode survei dengan pendekatan penelitian korelasional
Hubungan Gaya Mengajar Guru Dengan Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Dasar JURNAL GENTALA PENDIDIKAN DASARVol.3 No. I June 2018 Page 92-110P-ISSN : 2614-7092, E-ISSN : 2621-9611 Jenis penelitian ini merupakan penelitian (korelasional)
2. JURNAL INTERNASIONAL
The Civic Educational (PKn) Learning through Thematic Principle in an Effort Developing Moral Intelligence (Study of Qualitative in SD Laboratorium PGSD FIP UNJ 2010) American Journal of Educational Research 3.6 (2015): 683-688. The method used in this research is qualitative method
3. Penelitian Dengan Desain Survey
- a. Definisi Penelitian Survey
Menurut Fraenkel dan Wallen (1993), penelitian survey merupakan penelitian dengan mengumpulkan informasi dari suatu sampel dengan menayakannya melalui angket, tes atau wawancara untuk menggambarkan berbagai aspek dalam suatu populasi. Secara lebih spesifik, Mc Millan dan Schumacher (2001) menyatakan bahwa, dalam penelitian survey, peneliti menyeleksi suatu sampel dari respondendan menggunakan kuesioner atau melakukan interview untuk mengumpulkan informasi terhadap variabel yang menjadi perhatian peneliti. Menurut Zikmund (1997), metode peneletian survey adalah satu bentuk teknik dimana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan – pertanyaan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode penelitian survey adalah suatu metode dimana dalam pengumpulan datanya bisa menggunakan kuesioner dan wawancara yang didapat dari sampel berupa orang, yang mana dari data tersebut akan dapat mewakili suatu populasi tertentu sesuai dengan kepentingan penelitian, penelitian survey juga dapat dilakukan untuk mengumpulkan data terkait sikap, nilai, kepercayaan, pendapat, pendirian, keinginan, cita-cita, sikap, dan perilaku. Melalui via langsung, telepon, email, zoom, google meet, dll. Selain itu, juga dapat dilakukan diberbagai bidang antara lain, ekonomi, bisnis, politik, pemerintah, sosiologi, dan pendidikan.
- b. Tujuan Penelitian Survey
Penelitian survey menurut Soehartono (2000 hlm.54) diklasifikasikan mempunyai dua tujuan, pertama bertujuan untuk memberikan gambaran/ penjelasan tentang sesuatu dan kedua bertujuan untuk melakukan analisis.
Pertama, survey dapat dilakukan dengan tujuan semata-mata untuk memberikan gambaran tentang sesuatu atau disebut juga dengan istilah survey deskriptif. Survey deskriptif berkaitan dengan situasi yang memerlukan teknik pengumpulan data tertentu seperti wawancara, angket, atau observasi.
Kedua, survey bertujuan untuk melakukan analisis, yang disebut juga dengan metode survey analitik. Data dalam survey analitik biasanya merupakan data kuantitatif yaitu berupa angka, dengan maksud untuk menarik kesimpulan dan menafsirkan data atau pengujian hipotesis.
Dengan demikian, penelitian survei merupakan salah satu metode penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran umum tentang karakteristik populasi yang digambarkan oleh sampel. Dalam dunia Pendidikan, penelitian survey digunakan untuk menghimpun data tentang siswa, seperti tentang sikap, minat, kebiasaan, cita-cita dan lain sebagainya.
- c. Jenis Penelitian Survey
Menurut Widodo, (2008:43) penelitian survei dibedakan menjadi dua tipe, yaitu: 1. Cross Sectional Survey, digunakan untuk mengetahui isu yang bersifat temporer dengan pengumpulan data cukup satu kali. 2. Longitudinal Survey, digunakan untuk memahami isu yang berkepanjangan, tetapi populasi lebih kecil dengan pengumpulan data secara periodik.
Sedangkan menurut Irawan Soehartono (2000:54) jenis-jenis survei, yaitu: 1. Sample Survey, survei yang dilakukan pada sebagai populasi (sampel) 2. Sensus, survei yang dilakukan pada seluruh anggota populasi. 3. Public Opinion Poll, survei yang mengajukan pertanyaan kepada responden tentang suatu topik pendapat umum, misalnya: sikap terhadap anak jalan. 4. Cross sectional Survey, survei yang membandingkan dua kelompok orang tau lebih untuk melihat perbedaan yang ada pada kelompok-kelompok tersebut. 5. Survey Longitudinal, survei yang akan melihat perubahan atau perkembangan yang terjadi dalam perjalanan waktu.
- d. Cross sectional desain
Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan dalam satu uaktu tertentu. Penelitian ini hanya digunakan dalam waktu yang tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain di waktu yang berbeda untuk diperbandingkan.
Misalnya, peneliti sedang meneliti tentang ramainya kunjungan suatu taman bermain anak-anak. Peneliti ingin mengetahui apakah banyaknya tukang mainan yang berjualan di sekitar taman menjadi faktor ramainya kunjungan di taman tersebut. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti memerlukan metode survei untuk mengumpulkan datanya agar jawaban yang diinginkan terwakili dari opini para pengunjung taman. Peneliti tidak bisa membandingkan saat dulu sebelum ada tukang mainan di taman itu apakah memang sudah ramai atau belum, karena cross sectional dilakukan pada satu waktu saja.
Salah satu hal yang perlu diingat bahwa pengertian satu waktu tertentu tidak bisa hanya dibatasi pada hitungan minggu, hitungan bulan, atau hitungan tahun saja. Tidak ada-batasan yang baku untuk menunjukkan satu waktu tertentu. Akan tetapi, yang digunakan adalah bahwa penelitian itu telah selesai. Dengan demikian, bisa saja seorang melakukan penelitian di bulan Januari, kemudian karena ada keperluan mendesak, pada bulan Februari dan Maret, ia kembali ke rumahnya. Pada bulan April, ia kembali lagi ke lapangan untuk meneruskan mengumpulkan data. Sekalipun penelitian mendatangi lokasi penelitian sebanyak dua kali, ia tetap dikategorikan melalukan penelitian cross sectional. Dengan demikian, konsep satu waktu tertentu dalam satu penelitianlah yang digunakan untuk menentukan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian cross-sectional.
Penelitian jenis ini dilakukan antarwaktu. Dengan demikian, setidaknya terdapat dua kali penelitian dengan topik atau gejala yang sama, tetapi dilakukan dalam waktu yang berbeda. Ingat bahwa tidak berarti jika ada dua penelitian yang dilakukan dalam waktu yang berbeda dengan topik yang sama selalu dikategorikan ke dalam penelitian longitudinal, tetapi ada kata kunci yang harus dipegang, yaitu adanya upaya perbandingan antara hasil penelitian. Dengan kata lain, penelitian longitudinal sudah direncanakan sejak awal penelitian, dan bukannya secara kebetulan terjadi. Penelitian longitudinal merupakan penelitian yang mencoba melihat perubahan yang terjadi.
Penelitian longitudinal bisa kita bagi lagi ke dalam tiga bentuk, yaitu sebagai berikut:
• Penelitian kecenderungan (trend study) , yaitu penelitian-penelitian terhadap gejala yang sama dengan waktu yang berbeda, serta responden atau informan yang berbeda. Contoh yang paling sederhana adalah penelitian tentang gaya hidup. Kita akan mglakukan penelitian tentang gaya hidup dengan ryelakukan perbandingan antara gaya hidup di tahun 70-an dengan gaya hidup di tahun 90-an. Orang-orang yang diteliti bisa saja berbeda, tetapi gejala atau topik yang diteliti adalah sama.
• Penelitian panel (panel study) , yaitu penelitian-penelitian terhadap gejala yang sama dengan waktu yang berbeda, dan responden atau informan yang sama. Dengan penelitian ini, seseorang akan diteliti minimal sebanyak dua kali. Misalnya saja kita ingin melihat bagaimana pilihan responden terhadap presiden sebelum putaran pertama dan setelah putaran kedua. Orang - orang yang diteliti merupakan orang yang sama. Permasalahan yang sering kali muncul dalam penelitian ini adalah jika jangka waktu antara penelitian yang satu dengan penelitian yang lain berdurasi cukup lama sehingga ada kemungkinan responden yang dulu dijadikan sampel. kini sudah tidak bisa ditemui lagi, misalnya karena sudah meninggal dunia atau bisa juga karena sudah pindah rumah.
• Penelitian kohort (cohort study) , yaitu penelitian-penelitian terhadap gejala yang sama, yang dilakukan pada waktu yang berbeda dengan responden atau informan yang memiliki karakteristik yang sama. Dengan demikian, orang-orang yang diteliti berbeda, tetapi mereka memiliki ciri-ciri yang sama. Ciri-ciri ini bisa berbentuk apapun juga. Bisa saja mereka memiliki kesamaan pengalaman hidup, kesamaan tempat tinggal, kesamaan keturunan, kesamaan latar belakang pekerjaan, dan sebagainya. Misalnya kita akan melakukan penelitian di tahun 1990 kepada orang-orang yang berusia 45 tahun. Tahun 2000 kita melakukan penelitian yang sama dengan orang – orang yang berusia 55 tahun. Mereka dalah orang yang lahir pada tahun 1945.
- f. Langkah – Langkah Penelitian Survey
Menurut Yusuf (2011) penelitian survei dapat dilakukan dalam beberapa tahapan secara umum, yakni :
1) Menentukan masalah penelitian. Dalam menentukan masalah penelitian amatlah penting mempertimbangkan dari berbagai aspek diantaranya pertimbangan pribadi dan pertimbangan sosial (Suwartono:2014). Pertimbangan pribadi diantaranya adalah apakah peneliti benar-benar tertarik akan masalah tersebut, memiliki pengetahuan latar yang cukup, memiliki akses, memiliki cukup waktu dan dana, mendapat dukungan administrasi, bimbingan dan kerjasama dalam melakukan penelitian dengan masalah tersebut. Sedangkan pertimbangan sosial seperti apakah ada manfaat teoretis, manfaat praktis untuk khalayak ramai, ataupun akan memicu adanya penelitian-penelitian ulang yang akan dilakukan oleh peneliti lain
2) Membuat desain Survei. Survei yang akan diteliti harus mempunyai desain yang sesuai dengan masalah yang ada. Sehingga sebagai peneliti harus memahami jenis/ desain yang akan digunakan dalam penelitian tersebut.
3) Mengembangkan instrument survei (Menyusun Kuesioner/Pertanyaan). Dalam penelitian survei, data bisa diperoleh dengan berbagai cara/teknik pengumpulan data, yaitu: kuesioner langsung, kuesioner via pos, wawancara tatap muka, wawancara via telepon, pengisian kuesioner via komputer, wawancara online (chatting, dsb), dan polling.
4) Menentukan sampel. Artinya memilih teknik dan metode yang akan digunakan untuk mengambil sampel yang didasarkan pada keadaan dan kebutuhan data penelitian. Adanya keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga untuk meneliti suatu populasi menyebabkan perlunya dilakukan penentuan sampel.
5) Melakukan pre test. Dengan dilalukannya pre test atau tes pendahuluan sebelum penelitian diharapkan dapat mengetahui apakah ada beberapa pertanyaan yang perlu dihilangkan atau ditambah, apakah ada pertanyaan yang sulit dipahami responden, apakah susunan pertanyaan ada yang perlu diubah, dan dapat mendeteksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi satu kuesioner.
6) Mengumpulkan data. Dalam hal ini peneliti terjun langsung ke lapangan dalam sebuah penelitian.
7) Memeriksa data. Pemeriksaan data dilakukan dengan beberapa langkah: menyortir kuesioner yang masuk apakah layak diproses atau didrop, misalnya untuk jawaban yang tidak lengkap, memberi nomor kuesioner sebagai kendali, memeriksa kelengkapan jawaban dan kejelasan makna jawaban, memeriksa konsistensi antar jawaban dan relevansinya.
8) Mengkode data. Sebagai bagian dari penelitian kuantitatif, data yang terkumpul dalam penelitian survei biasanya berupa angka-angka yang merupakan nilai dari variabel-variabel tertentu.
9) Data entry. Setelah seluruh data yang dikumpulkan dari angket atau kuesioner diberi kode, maka peneliti kemudian memasukkan data-data tersebut dengan menggunakan software yang ada, misalnya dengan program Excell dari Microsoft Office.
10) Pengolahan dan analisis data. Agar dapat menjawab pertanyaan penelitian dan membuktikan hipotesis, peneliti harus memilih teknik analisis data yang tepat.
11) Interpretasi data. dimaksudkan menjadi dasar untuk membuat kesimpulan.
12) Membuat kesimpulan serta rekomendasi. Menyusun kesimpulan yang berisikan kesimpulan dari hasil analisis data dan interpretasi data. Serta rekomendasi yang merupakan saran yang realistis berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan.
- g. Contoh Judul Penelitian Survey Khususnya pada Bidang Pendidikan Dasar di Jurnal Nasional dan Internasional
1. Jurnal Nasional
Pengaruh Peran Keluarga Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pada Anak Sekolah Dasar Usia 10 Sampai 12 Tahun Di Kampung Baru Pondok Cabe Udik
2. Jurnal Internasional
“SURVEY RESEARCH ABOUT THE IMPORTANCE OF ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS AT ELEMENTARY SCHOOLS”
(Penelitian Survei Tentang Pentingnya Di Sekolah Dasar)
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zaenal. (2020). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jurnal
Al-Hikmah, 1.1.
Connelly, Lynne M. (2016). Penelitian survei cross-sectional. Keperawatan
Medsurg , 369.
Hendriana, E. C. (2018). Pengaruh keterampilan guru
dalam mengelola kelas terhadap hasil belajar peserta didik di sekolah
dasar. JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), 3(2),
46-49.
Islamy. Izzul.
(2019). Penelitian Survei dalam Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah
Purwokerto.
Jaedun, A. (2011). Metodologi penelitian eksperimen.
Fakultas Teknik UNY, 12.
Id.Wikipedia.org.
(2023, 29 Februari). Penelitian Eksploratori. Diakses pada 31 Maret 2024, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_eksplanatori#:~:text=Penelitian%20Eksplanatori%20adalah%20penelitian%20bertujuan,penelitian%20yang%20sudah%20ada%20sebelumnya.
lmsspada.kemdikbud.go.id. (2019, 05 Desember). Penelitian
Korelasional. Diakses pada 31 Maret 2024, dari https://lmsspada.kemdikbud.go.id/mod/resource/view.php?id=73542
Novianti, Ade, Alwen Bentri, and Ahmad Zikri.
"Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Terhadap Aktivitas
Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Terpadu Di Sekolah
Dasar." Jurnal Basicedu 4.1
(2020): 194-202.
Maidiana. (2021). Penelitian survey. ALACRITY:
Journal of Education , 20-29.
Oktaviani, A., Saparingga, P., & Susanto, D. (2019).
Survei Penelitian Tentang Pentingnya Bahasa Inggris Bagi Pembelajar Muda di
Sekolah Dasar. Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Inggris dan Seni
(LEEA) , 2 (2), 173-188.
Rexmawati. S., & Santi, A. U. P.
(2021).
Pengaruh peran keluarga terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada
anak sekolah dasar usia 10 sampai 12 tahun di Kampung Baru Pondok Cabe Udik . Prosiding
Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ . (Vol. 2021).
SOESANA, Abigail, et al. Metodologi Penelitian
Kuantitatif. 2023.
Yuliansyah. (2016.). Meningkatkan Response Rate Pada
Penelitian Survey Suatu Study Literature .
Website Universitas PGRI Madiun
(url : https://unipma.ac.id)
Website Pendidikan Profesi Guru
Universitas PGRI Madiun (url : https://ppg.unipma.ac.id)
Website Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun (url : https://fkip.unipma.ac.id)
Website Pendaftaran Mahasiswa
Baru Universitas PGRI Madiun (url : https://pmb.unipma.ac.id)
Sistem Informasi Manajemen
Universitas PGRI Madiun (url : https://sim.unipma.ac.id)
Laman Akreditasi
Universitas PGRI Madiun (url : https://akreditasi.unipma.ac.id)